Menentukan judul skripsi adalah langkah awal yang krusial. Judul yang baik tidak hanya diterima oleh dosen pembimbing, tetapi juga mampu memetakan seluruh alur penelitian Anda. Dalam bidang Ekonomi dan Akuntansi, judul harus mencerminkan isu relevan, kejelasan variabel, dan kontribusi akademik.

Berikut adalah panduan 5 langkah taktis untuk merumuskan judul skripsi yang kuat dan terfokus:
1. Identifikasi dan Pahami Research Gap (Kesenjangan Penelitian)
Judul skripsi harus berangkat dari masalah atau kesenjangan yang belum terjawab dalam penelitian sebelumnya.
Pentingnya: Untuk memastikan penelitian Anda memiliki nilai kebaruan (novelty) dan bukan sekadar pengulangan.
Cara Menemukan:
Baca Artikel Terbaru (5 Tahun Terakhir): Fokus pada bagian Keterbatasan Penelitian (Limitation of Study) atau Saran Penelitian Selanjutnya (Suggestion for Future Research) di jurnal-jurnal terkemuka.
Tinjau Hasil yang Kontradiktif: Cari dua penelitian atau lebih yang membahas variabel sama (misalnya Pengaruh X terhadap Y), tetapi menghasilkan kesimpulan yang berbeda (inconsistent findings). Kesenjangan ini layak diangkat menjadi topik skripsi.
2. Pilih Tiga Elemen Inti: Variabel, Objek, dan Lokasi/Metode
Judul skripsi di bidang ilmu sosial sering kali merupakan kombinasi dari tiga elemen ini. Pastikan ketiganya jelas dan terukur.
A. Variabel (X dan Y)
Variabel Independen (X): Faktor yang diduga memengaruhi (penyebab). Contoh: Gaya Kepemimpinan, Audit Tenure, Inflasi.
Variabel Dependen (Y): Faktor yang dipengaruhi (akibat). Contoh: Kinerja Keuangan, Kepatuhan Pajak, Profitabilitas.
B. Objek Penelitian (Sektor/Jenis Entitas)
Pilih objek yang relevan dan memiliki data yang tersedia.
Contoh: Perusahaan Manufaktur, Sektor Perbankan Syariah, UMKM, Generasi Z, atau Lembaga Keuangan Non-Bank.
C. Lokasi atau Metode
Ini memberikan batasan ruang lingkup penelitian.
Contoh: Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Studi Kasus di [Nama Kota], Menggunakan Metode Structural Equation Modeling (SEM).
3. Rumuskan Pola Judul Skripsi yang Efektif
Setelah tiga elemen inti diidentifikasi, masukkan ke dalam salah satu pola judul baku yang disukai dalam lingkungan akademik:
Pola 1: Pengaruh (Kausalitas)
Rumus: Pengaruh [Variabel X] Terhadap [Variabel Y] pada [Objek Penelitian] yang Terdaftar di [Lokasi/Tahun Pengamatan].
Contoh: Pengaruh Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Sektor Properti yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2024.
Pola 2: Analisis (Deskriptif atau Komparatif)
Rumus: Analisis [Isu/Fenomena] dan Implikasinya Terhadap [Variabel Y] di [Objek/Lokasi].
Contoh: Analisis Dampak Kebijakan Suku Bunga Acuan dan Implikasinya Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur di Indonesia.
Pola 3: Moderasi/Mediasi (Studi Lanjutan)
Rumus: [Variabel Z] Sebagai Variabel [Mediasi/Moderasi] dalam Hubungan Antara [Variabel X] dan [Variabel Y].
Contoh: Literasi Keuangan Sebagai Variabel Mediasi dalam Hubungan Antara Edukasi Keuangan dan Keputusan Investasi Generasi Milenial.
4. Pastikan Ketersediaan Data dan Aksesibilitas
Judul harus realistis untuk diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
Data Sekunder: Jika Anda meneliti laporan keuangan, pastikan laporan keuangan selama periode penelitian (misalnya 4 tahun terakhir) mudah diakses (misalnya di website resmi BEI atau OJK).
Data Primer: Jika Anda menggunakan survei (kuesioner), pastikan Anda memiliki akses yang memadai ke populasi target (misalnya, izin survei ke UMKM atau karyawan bank tertentu).
5. Uji Kejelasan dan Kontribusi Judul
Sebelum mengajukan kepada dosen, lakukan uji mandiri menggunakan tiga pertanyaan ini:
Kejelasan: Apakah setiap variabel, objek, dan lokasi penelitian sudah jelas dan tidak ambigu?
Keterukuran: Apakah variabel (X dan Y) dapat diukur menggunakan rasio, skala Likert, atau data sekunder yang tersedia?
Kontribusi: Apa yang baru dari penelitian Anda? Apakah ini mengisi gap yang ditemukan di jurnal sebelumnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar